
Sekadar catatan, batasan aset itu tidak mencakup harta tetap seperti rumah atau mobil. Lonjakan jumlah orang superkaya di Indonesia itu merupakan yang tertinggi kelima di dunia. Pertumbuhan orang superkaya di Indonesia hanya kalah dari India, China, Brasil, dan Korea Selatan.
Angka penambahan kaum kaya di negeri kita juga jauh di atas angka pertumbuhan seluruh dunia. Tahun lalu, jumlah orang superkaya atau sering disebut juga high net worth individual (HNWI) di dunia hanya tumbuh 6 persen menjadi 40,1 juta orang. Adapun total nilai aset mereka meningkat 9,4 persen menjadi 40,7 triliun dollar AS.
Michael T Tjoajadi, Direktur PT Schroder Invesment Management Indonesia, mengaku tak kaget melihat angka-angka itu. Menurutnya, lonjakan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 52 persen pada tahun lalu menjadi salah satu faktor yang membuat kekayaan orang Indonesia tumbuh subur.
Selain itu, beberapa daerah di luar Jawa, seperti Kalimantan dan Sumatera, tengah mengalami booming komoditas tambang maupun perkebunan. "Sementara di Bali, orang semakin kaya karena lonjakan harga tanah di sana luar biasa tinggi," ujarnya kemarin.
Sayang, Michael mengaku tak mengetahui jumlah orang superkaya yang menjadi nasabah Schroder. Padahal, hingga akhir Mei lalu, manajer investasi ini mengelola dana Rp 25 triliun, terbesar di Indonesia.
Menurut seorang eksekutif sebuah bank asing, kini dana-dana milik HNWI Indonesia tersebar di berbagai institusi pengelola kekayaan seperti bank dan sekuritas. Ia sendiri mengaku memiliki 800 nasabah yang masuk HNWI. Nilai dana mereka rata-rata sekitar Rp 8 miliar. "Sebagian masih belum masuk pasar modal," timpal Michael.
source: kompas.com | June 2008
No comments:
Post a Comment