Showing posts with label national. Show all posts
Showing posts with label national. Show all posts

Friday, November 7, 2008

Potensi pasar farmasi Indonesia masih besar

Potensi Indonesia dalam perkembangan bisnis farmasi masih besar. Diperkirakan, pasar farmasi akan meningkat dari sekitar 2,8 miliar dollar AS pada tahun 2007 menjadi 4,2 miliar dollar AS pada tahun 2012 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Analis dari Center For Information and Development Studies (CIDES) Umar Juoro, di Jakarta, Kamis (6/11).

Umar mengatakan meski saat ini pengeluaran per kapita Indonesia untuk obat-obatan masih kecil atau hanya sekitar 5 dollar AS per kapita, namun potensi pasar sangat besar. "Dengan mempertimbangkan jumlah penduduk, maka permintaan akan obat-obatan, pelayanan kesehatan, dan modernisasi sektor kesehatan akan meningkat," kata Umar.

Pengeluaran per kapita Indonesia untuk obat-obatan masih kecil dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti, Filipina 6 dollar AS, Malaysia dan Thailand 11 dollar AS. Perkembangan bisnis farmasi Indonesia akan meningkat seiring dengan perbaikan dalam pelayanan kesehatan seperti, asuransi kesehatan.

"Ini merupakan tantangan pemerintah dan dunia usaha untuk merealisasikan potensi besar tersebut," tuturnya.

source: kompas.com

Wednesday, November 5, 2008

Indonesia harus bangun kemandirian ekonomi nasional

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam orasi ilmiahnya pada dies natalis ke-45 Institut Pertanian Bogor menyatakan, secara bertahap Indonesia harus mengembangkan kemandirian ekonomi nasional sehingga tidak mudah terpengaruh krisis global akibat tata ekonomi dunia yang rentan.

Berbicara di hadapan civitas akademika IPB dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu di Graha Widya Wisuda, kompleks IPB Darmaga Bogor, Selasa, menjelaskan, kemandirian ekonomi nasional itu dapat dilakukan dengan memperkuat kekuatan ekonomi lokal dan juga mengurangi ketergantungan pembiayaan pembangunan dari pinjaman luar negeri.

"Sumber investasi dan sumber pendanaan dalam negeri harus kuat dan jangan selalu mengharapkan dari luar negeri, sekaligus harus mengembangkan keunggulan komparatif," kata Presiden.

Dari waktu ke waktu, menurut Kepala Negara, rasio pembiayaan APBN yang berasal dari luar negeri dan dalam negeri terus menurun. Menurutnya rasio tersebut pernah mencapai 70 persen dan saat ini menjadi 30 persen.

Dalam orasi ilmiah yang dibacakan sekitar satu setengah jam tersebut, Kepala Negara menyampaikan tiga hal yang perlu ditelaah dari sistem perekonomian global saat ini.

"Yang pertama adalah suatu saat diperlukan adanya single global currency, sehingga uang sebagai alat tukar tidak berubah menjadi alat yang diperdagangkan," kata Yudhoyono.

Hal kedua yang menjadi perhatian Presiden adalah perlu ditelaah lebih jauh keberadaan World Trade Organization (WTO) dan International Monetary Fund (IMF), apakah menolong negara yang lemah atau malah menjadi alat bagi negara yang kuat untuk menekan.

"Hal yang ketiga adalah perlunya keseimbangan ekonomi global," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Yudhoyono yang meraih gelar Doktor di bidang ekonomi dari IPB pada 2004 tersebut mengatakan ada sembilan hal yang perlu dipikirkan untuk memajukan ekonomi nasional.

"Hal yang pertama adalah perlunya dilakukan pembaharuan ekonomi dengan memperhatikan resources, culture, dan knowledge," kata Presiden.

Kepala Negara juga mengatakan ekonomi Indonesia harus berkelanjutan, artinya harus juga memperhatikan kelangsungan hidup dan masa depan generasi penerus dengan cara memelihara keseimbangan dan mampu berhemat.

Hal yang ketiga adalah, masih menurut Yudhoyono, pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan pemerataan.

"Saya tidak percaya pada teori trickle down effect," katanya.

Diingatkannya juga bahwa ekonomi dalam negeri harus diperkuat termasuk dengan mendorong kemandirian ekonomi di tingkat wilayah sehingga kekuatan ekonomi lokal dapat menjadi sabuk pengaman ketika kekuatan ekonomi nasional goyah.

"Saya juga menekankan perlunya kemandirian di tiga bidang yaitu pangan, energi dan industri pertahanan. Mengapa saya memasukkan pertahanan, karena beberapa waktu yang lalu kita terkena embargo. Kita beli dengan uang kita tapi mengapa tidak bisa menggunakan," tegasnya.

Pada bagian akhir orasi ilmiahnya, Kepala negara mengatakan, pendapat bahwa negara tidak bisa mencampuri pasar mempunyai kelemahan karena banyak contoh krisis yang terjadi akibat kegagalan pasar menjalankan sistemnya.

"Mekanisme pasar diperlukan untuk efesiensi namun pemerintah juga mempunyai peran untuk menjamin adanya keadilan," tegasnya.

Orasi ilmiah Presiden berjudul ekonomi Indonesia abad ke-21 menjawab tantangan global disampaikan dalam sidang terbuka dies natalis IPB ke-45 yang dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Rektor IPB Dr Ir Herry Suhardiyanto dan civitas akademika IPB.

Rektor IPB dalam sambutannya mengatakan dalam perjalanan perguruan tinggi tersebut, IPB telah memberikan sumbangsih yang cukup besar diberbagai bidang.

"IPB pernah berperan penting dalam program revolusi hijau. Pada 1973 IPB kembali membuat sejarah dengan lahirnya indikator pengukuran kemiskinan dari Prof. Sajogo," katanya.

Selain itu, masih menurut Herry, IPB juga menginisiasi penelitian khusus tentang wanita dan mewadahi studi wanita dalam lembaga khusus yang disebut Pusat Studi Wanita.

"Program pascasarjana IPB merupakan program pascasarjana pertama yang diselenggarakan secara terstruktur sejak 1970an," ujarnya.

Dalam sambutannya, Rektor IPB juga menyatakan saat ini untuk menghadapi berbagai masalah bangsa, diperlukan adanya konvergensi nasional dengan cara melakukan upaya pembangunan nasional yang terfokus dan terintegrasi.

Dies natalis ke-45 IPB kali ini bertemakan kiprah IPB dalam membangun konvergensi nasional menuju kedaulatan pangan, energi dan kemandirian bangsa.

source: Media Indonesia

Foreign tourist arrivals recorded at 4.57 million

The Central Bureau Statistics (BPS) said that the number of foreign tourists arrivals in the country in the January-September 2008 period had reached 4.57 million.

BPS Head Rusman Heriawan said here on Tuesday, the number of foreign tourists arriving in the January-September 2008 was 12.19 percent bigger than the number of foreign tourist arrivals in the same period a year earlier, which stood at 4.07 million people.

He said that the number of foreign tourists arriving through 11 main arrival gates in September 2008, reached 410.8 thousands or an increase by 7.27 percent compared with the same period in 2007 which stood at 382.9 thousand people.

The BPS head said that the occupancy rate of star-rated hotels in 14 main destination regions in August 2008 was recorded at 55.19 percent, or an increase by 0.62 points compared with that in July 2008.

In the meantime, the occupancy rate of star-rated hotels in Bali increased 1.81 average points to 69.94 percent from 68.13 percent in July 2008.

The BPS recorded that the length of stay of the foreign tourists in Indonesian star-rated hotels in 14 main tourist destination regions was recorded at an average of 2.06 days in August 2008.

This showed a decline by 0.10 day compared with the length of stay of foreign tourists in Indonesia in July 2008, he said.

source: Antara

Tuesday, November 4, 2008

Indonesia to be self-sufficient in rice this year: BPS

The Central Bureau of Statistics (BPS) predicted that Indonesia would achieve self-sufficiency in rice in 2008 because based on the estimate its rice production this year would increase by 3.12 million tons of unhusked rice (GKG) or about 5.56 percent of the production in 2007.

Head of BPS Rusman Heriawan said here on Monday that the increase by five percent based on the estimate would raised national rice production to 60.28 million tons of GKG.

"With the estimate it is projected that Indonesia would become self-reliant in rice in 2008," he said adding that the 5.46 percent increase was something that happened rarely because usually the high increase was noted at three percent at the most.

He said that in the two consecutive years Indonesia`s rice production had been increasing extraordinarily where last year its rice production was recorded at 57.15 million tons of GKG. In 2006 it was only recorded at 54.45 million tons GKG.

Therefore, he said, it could be ascertained that Indonesia would become a rice self-reliant country this year if the big rice production realized and it no longer needed to import rice in the coming two years.

Heriawan said that Indonesia`s rice production increased because the acreage of harvestable rice increased by 195.98 thousand hectares or 1.16 percent and the rice productivity also increased by 170 kg per hectare or about 3.78 percent.

source:

Friday, October 31, 2008

Trade Expo 2008 succeeds to diversify markets

Despite lower transaction result than the estimation, Trade Expo Indonesia (TEI) 2008 recorded a bright progress on diversification of emerging markets and kinds of products, Trade Minister Mari Elka Pangestu said in a press briefing here Friday.

Rising up to 2.8 percent worth of US$ 5.91 million compared to last year`s total transaction TEI 2008 accumulated US$ 214.17 million from 37 kinds of products with 69 percent of the total figure contributed from non-traditional markets such as South America, Middle East and Africa countries.

Egypt came in the first place with transaction value worth of US$ 28.47 million followed by Bulgaria (US$ 12.25 million), Saudi Arabia (US$ 6.26 million), Union Arab Emirates (US$ 5.28 million) Algeria (US$ 6.85 million).

"It is understandable that there is a decrease from the target since we are currently facing financial crisis. Fortunately Indonesia has implemented market diversification that we can rely on non-traditional markets," the minister said.

The minister also officialy announced 24th Trade Expo would be held on October 28-November 1, 2009 at Jakarta International Expo.

Some evaluations that should be done in the following event as mentioned by the minister were making visits to production factories available for the potential buyers, constructing better booths and placements.

"Eventhough the event is over, we keep relations with the buyers as a follow up. Just like our previous experiences many transactions either as a first or repeat order were made after TEI," she said.

source: Antara

Wednesday, October 29, 2008

Indonesia state saving bank BTN posts 167% rise in Q3 profit

State saving bank PT Bank Tabungan Negara (BTN) (JSX:BTPN) reported a 167 per cent rise in net profit to Rp316.3 billion (US$33 million) in the third quarter of this year.

BTN President Iqbal Latanro said the net profit grew to exceed the target set for this year.

The surge in net profit came with a 164 per cent increase in net interest income to Rp1.5 trillion with total outstanding credit rising 44.6 per cent to Rp30.07 trillion, Iqbal said.

source: Antara/Asia Pulse

November, Cardig Air terbang ke Singapura

PT Cardig Air, perusahaan jasa angkutan kargo akan memulai penerbangan perdananya, pada 5 November 2008 ke Singapura. Sementara penerbangan kargo domestiknya, akan dimulai 6 November 2008 ke Makassar dan Manado.

Manado, juga akan dijadikan oleh Cardig Air sebagai bandara utama, sebelum penerbangan menuju Hong Kong. Jadi rutenya adalah Jakarta-Makassar-Manado-Hong Kong. "Kami menawarkan rute padat namun tidak biasa, untuk menyasar pangsa bisnis kargo udara di kawasan Asia," kata Presiden Direktur Cardig Air, Boyke Soebroto, Selasa (28/10), di Jakarta.

Cardig Air akan mengoperasikan dua pesawat jenis Boeing 737-300F, dengan registrasi penerbangan Indonesia: PK-BBA dan PK-BBB. "Kami berencana mengoperasikan 10-15 pesawat, dalam waktu lima tahun ke depan," kata Boyke.

Pesawat yang akan dioperasikan Cardig Air untuk masa mendatang, yakni Boeing 737-300/400 F, Airbus A300-600F, dan EADS ATR 72-300/500F. "Pesawat jenis ATR akan digunakan untuk mengangkut kargo di rute-rute domestik," ujar Boyke.

Menurut Terry Nord, mantan Chief Executive Officer DHL Aviation Group, di dunia kini armada pesawat kargo berjumlah 1.789 pesawat (2005), diprediksi akan bertambah menjadi 3.563 pesawat (2025).

source: kompas.com

Monday, October 27, 2008

Peracik Mobil "Brandweer" dari Magelang

Bisnis membuat sekaligus menjual mobil brandweer alias mobil pemadam kebakaran terhitung berpeluang cerah. Tapi, karya yang ditekuni Bambang E Santoso sejak 20 tahun lalu ini malah makin sering menyedot minat konsumen mancanegara ketimbang lokal. "Orang Indonesia masih banyak yang nggak mau pakai barang Indonesia," kata Bambang saat berbincang dengan kompas.com pada Pameran Perdagangan Indonesia (TEI) yang ke-23 di Jakarta International Expo (JIE), Kemayoran, pekan lalu.

Perkenalan Bambang, pria kelahiran 22 Maret 1957 ini, pada mobil pemadam kebakaran memang tak lepas dari keranjingannya mengutak-atik kendaraan. Apalagi, 20 tahun lalu, dirinya pernah bekerja di perusahaan kontraktor Pertamina. "Waktu itu, ya, urusannya juga dengan mobil pemadam kebakaran," imbuhnya.

Jadilah, kebiasaan dan pengalaman kerja membuncah dalam hatinya memulai karir pribadi sebagai produsen mobil pemadam kebakaran, sejak sebelas tahun silam. "Ternyata gampang membuat mobil pemadam," tuturnya tersenyum.

Seakan tak segan membagi pengalamannya, Bambang memaparkan, komponen utama mobil pemadam kebakaran adalah sasis plus mesin ukuran truk baik menengah maupun sedang seperti dijumpai di Tanah Air. Kemudian, yang juga penting adalah penggerak pompa (PTO/Power Take Off) berikut pompa penyemprot air. "Nah pekerjaan paling susah adalah memasang PTO di gearbox. Alat itu harus match dengan mesin mobil sekaligus pompa. Kalau nggak, mobil nggak bisa jalan sama sekali," begitu kiat Direktur New Sentosa ini.

Bambang yang tak menamatkan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Tarumanegara Jakarta ini meracik sendiri rancangan mobil pemadam kebakaran buatannya. Selain permesinan tadi, dilakoninya juga tantangan menggambar model, mendesain ruang dalam hingga mengontrol pemasangan badan kendaraan. Ia mengaku pekerjaan seperti itu tak luput dari semangat trial and error. "Ya coba-coba terus saja," kata bapak dua anak yang lebih sering harus mondar-mandir dari kediaman keluarganya di kawasan Karet, Kota Magelang, Jawa Tengah ini ke kantor resminya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Salah satu produk terkini Bambang adalah mobil pemadam kebakaran SS- 3000 Sentosa yang sempat nangkring di arena pameran tersebut. Mobil berwarna dominan merah bak kendaraan perang itu bersasis dan bermesin Scania asal Swiss. Tenaga mesinnya mencapai 580 tenaga kuda (HP) berikut daya tampung airnya hingga 11.500 liter.

Tak hanya itu, mobil ini juga dilengkapi dengan panel pengatur penyemprot air otomatis di ruang kemudi. Dengan alat ini, terang Bambang, sesungguhnya hanya cukup satu orang sopir yang mengoperasikan mobil tersebut. "Karena ini hand made, saya butuh waktu setahun untuk merampungkan SS-3000," kata Bambang yang membanderol buatannya ini Rp7,5 miliar per unit.

Bambang membuat perbandingan. Kalau membeli mobil pemadam kebakaran berklasifikasi sejenis asal Jerman, konsumen mesti merogoh kocek makin dalam. "Soalnya, harganya per unit tiga kali lipat," ujarnya.

Sampai sekarang, Bambang sudah menyelesaikan enam unit SS-3000. Kendaraan-kendaraan itu dibeli oleh perusahaan macam Conoco Philips dan Riaupulp. Dua unit berikutnya masih dibangun di pabriknya di kawasan Grabak dan Kalibening, keduanya terletak di Kabupaten Magelang. "Merek dan sistemnya sudah saya patenkan," imbuh suami dari Nanik Ekowati ini.

Soal komponen, lanjut Bambang, cuma sasis dan mesin serta pompa yang masih produk luar negeri. "Yang lainnya lokal. Saya buat dari bahan setengah jadi seperti aluminium, fiber, dan pelat baja," ujar Bambang yang mengaku baru pertama kali ini mengikuti TEI di Jakarta.

Sebelumnya, Bambang masih juga memproduksi varian mobil pemadam kebakaran berkapasitas tangki air 3000 liter, 4000 liter, dan 5000 liter. Seluruh mobil yang karoserinya dikerjakan dengan sistem tekan (pressed body) ini sudah terjual sekitar 80 unit lebih di Indonesia. Kisaran harganya antara Rp800 juta sampai dengan Rp1,5 miliar per unit.

Pasar internasional yang jatuh hati pada mobil pemadam kebakaran bikinan pria yang mempekerjakan sekitar 60 orang karyawan itu antara lain adalah Tanzania, Nigeria, dan Vietnam. Hingga akhir tahun ini, untuk ketiga negara tersebut, Bambang mesti memasok 16 unit mobil berbagai varian.

Terkait dengan penyelenggaraan pameran TEI, Bambang menjelaskan, beberapa calon pembeli dari Nepal, Malaysia, dan Australia sudah menaruh minat mereka untuk bertransaksi. "Biasanya prosesnya agak lama karena konsumen asing produk saya kebanyakan dari institusi pemerintah," ujar pengusaha yang mengaku membayar upah karyawannya di Magelang dalam kisaran 1,5 kali Upah Minimum Regional (UMR) ini.

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Bachrul Chairi saat penutupan TEI, Sabtu (25/10) menunjukkan, negara Kepulauan Salomon sudah meminta agar perusahaan Bambang mengikuti tender pengadaan mobil pemadam kebakaran. "Nilai kontraknya sekitar 2,5 juta dollar AS," demikian Bachrul Chairi.

source: Kompas.com

Sunday, October 26, 2008

Presiden ajak masyarakat perkuat ekonomi domestik

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak eluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk memperkuat potensi ekonomi domestik sehingga apabila terjadi kelesuan ekonomi global perekonomian nasional tidak terlalu terpengaruh.

"Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat potensi ekonomi domestik, jangan lagi terlalu bergantung pada ekspor," kata Presiden Yudhoyono saat konferensi pers ketika menyampaikan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertemuan Asia-Eropa (ASEM) ke-7, di Beijing, Sabtu (25/10).

Hadir dalam jumpa pers tersebut Menkopolhukam Widodo AS, Sekab Sudi Silalahi, Menlu Hassan Wirajuda, Mendag Mari Elka Pangestu, Menkes Siti Fadilla Supari, Meneg LH Rachmat Witoelar, dan Meneg BUMN Sofyan Djalil.

Presiden mengatakan, sesungguhnya potensi perekonomian nasional sangat potensial untuk dikembangkan mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, seperti minyak, gas, pertambangan, hasil hutan, serta kelapa sawit.

"Kita memiliki penduduk yang sangat besar dan daerah-daerah juga bisa melakukan kegiatan perekonomian lokal. Jadi sesungguhnya Indonesia punya kekuatan ekonomi domestik yang baik," kata Presiden.

Apabila pertemuan antara produksi dan konsumsi serta kebutuhan dan pasokan bisa baik dan didukung oleh strategi dan manajemen yang baik, kata Presiden, tentunya perekonomian dalam negeri akan bisa berjalan sangat baik.

Presiden menyebutkan produk herbal dan jamu-jamuan sesungguhnya memiliki potensi dan sumber ekonomi yang bisa dikembangkan dan bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi domestik yang sangat kuat.

"Jadi intinya adalah ketika dunia mengalami krisis dan ada gonjang-ganjing, kita masih bisa hidup dengan kekuatan ekonomi domestik kita sendiri," kata Presiden Yudhoyono.

Penguatan ekonomi domestik, katanya, perlu dilakukan supaya perekonomian lokal tidak terlalu rentan dalam mengatasi krisis perekonomian global, seperti yang sekarang sedang dialami yaitu krisis keuangan global.

"Ekspor tetap perlu tapi penguatan ekonomi domestik sangatlah penting dan itu tentunya merupakan peluang bagi kita, manakala ada gejolak kita sudah ada satu pengamanan di dalam negeri," kata Presiden.

source: Media Indonesia

Friday, October 24, 2008

Indonesian institute documents 746 languages

The Indonesian National Language Center has since the 1970s researched and documented a total of 746 different languages across Indonesia, an official with the language department said.

The number represents 12 percent of the number of languages existing in the world, Antara news agency on Friday quoted Dendy Sugono, head of the center at the National Education Ministry, as saying.

"The data on Indonesia's languages is increasing. When the center began its research in the 1970s, it found 250 languages across the country. After the next research effort, the number had risen to 400, and now we know there are 746 languages spoken by many tribes in different regions," Sugono said.

He said the center would continue its efforts to find, research and document existing languages in the country and was expecting to finish its work in the next five years.

He said one of the factors which was slowing down the research was Indonesia's geographical conditions.

"Some of our staff must climb mountains, cross rivers, and then walk to reach target areas. Papua, Maluku, and East Nusa Tenggara are among the regions where researchers face the toughest challenges," he said.

With a population of 240 million, Indonesia is the fourth largest country in the world after China, India and the United States.

source: Xinhua

Indonesia exports prospective in Middle East, New Zealand markets

Director General for Asia-Pacific and African Affairs at the Foreign Affairs Ministry Primo Alui Joelianto said Indonesian non-oil and gas exports to the Middle East as well as to New Zealand have good prospects, reports said here on Thursday.

In the opening of Indonesia, Middle East, and New Zealand Business Forum on the third day of the 23rd Indonesian Trade Expo Indonesia, Joelianto said Indonesia needs to increase trade cooperation with these countries.

"Diversification is essential not to become too dependent on traditional markets such as the US, EU, Japan and Singapore," he said.

He said further that the opportunities surfaced because of limited raw materials for certain products, high demand for imported products and commodities in Middle Eastern countries, and low national production capacity in meeting domestic needs.

Meanwhile, Bachrul Chairi, head of the National Agency for Export Development (NAFED) of the Ministry of Trade supported market diversification which also included small and medium enterprises as one of the government`s alternative solution in anticipating the adverse effects of the current global financial crisis.

"The government hopes the national export target by the end of 2008 would still reached 12.5 percent in view of the 30 percent increase in exports in the January-August 2008," he said.

However he mentioned some obstacles such as the issue of halal certificate for fishery products for the United Arab Emirates and the facilitation to emerge in the New Zealand market.

On the same ocassion, a business guide book has information on the UAE written by Wahid Supriyadi, Indonesian ambassador to that country launched in hope of encouraging entrepreneurs and business people to increase cooperations.

source: Antara

Thursday, October 23, 2008

Pengusaha UEA berburu proyek RI

Krisis keuangan Amerika Serikat yang mengarah ke krisis ekonomi memberi keuntungan besar bagi pengusaha-pengusaha uni Emirat Arab. Mengambil kesempatan di tengah-tengah melemahnya pengusaha AS yang tengah tak berdaya oleh krisis, sejumlah pengusaha emirat Arab berburu proyek investasi di Indonesia.

Dengan bendera Capital Investment Group, pengusaha UEA ini mencoba peruntungan nasib di Tanah Air. Dan untuk memulai investasinya di Indonesia, para pengusaha UEA ini 'sowan' dihadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (23/10).

"Kita berminat untuk investasi di bidang telekomunikasi, infrastruktur,properti, agriculture," kata Board Member Capital Husan Capital Investment Group Salman Almeri usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Meski memastikan kepincut untuk menanam investasi di Tanah Air, Salman Almeri tidak membeberkan seberapa besar dana segar yang akan dialokasikan di Indonesia. "Jumlah sangat besar, dan masih rahasia saat ini," ujarnya.

Menyangkut Pemilu dan Pilpres 2009 mendatang di Indonesia, salah satu board member capital investment group lainnya, Rafik Messai menegaskan, pengusaha UEA tidak tertarik pada perpolitikan di Indonesia. "Kami pebisnis dan tidak tertarik politik," tuturnya.

Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah Alwi Shihab menegaskan, grup uni Emirat Arab meminta dukungan pemerintah atas rencana investasi jangka panjang di Indonesia.

"Mereka bersedia menjadi jembatan antara Indonesia dan negara-negara Arab, termasuk UEA. Jadi mereka tidak hanya menerima usul proyek, mereka juga menyampaikan proyek-proyek di Timur Tengah," jelasnya.

Capital investment group memiliki sekretariat di gedung Menara Prima lantai 24, jalan lingkar mega kuningan blok 6,2. Dari gedung inilah mereka mengontrol investasi pengusaha-pengusaha UEA di Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, para pengusaha UEA berkomitmen memberikan dana proyek senilai 100 juta dollar AS untuk tiga proyek. Proyek itu antara lain real estate, pembangunan pelabuhan di Kalimantan, dan pembelian perusahaan jasa di bidang kesehatan.

source: kompas.com

Wednesday, October 22, 2008

Germany and Indonesia discuss potential geothermal energy sources

To overcome the current electricity crisis in Indonesia, EKONID (German-Indonesian Chamber of Commerce and Industry) and DENA (German Energy Agency) held a geothermal energy symposium in Jakarta Tuesday. In dealing with renewable geothermal energy sources, the government has issued seven regulations," Luluk Soemarso said on behalf of Minister of Energy and Mineral Resources Purnomo Yusgiantoro.

Government policies are securing sustainable energy supply to support national interests. Meanwhile the mission is aimed at securing energy supplies, improving added value of energy sources, managing energy ethically sustainably and preserving the environment, providing affordable energy for the poor, and developing national capabilities, he said.
Luluk added that the National Energy Policy is aimed at improving the role of the energy business, achieving an electrification ratio of 90% by 2020, realizing energy infrastructure facilities, increasing strategic partnerships, decreasing energy intensity by 1% per year, and increasing local contents.

Indonesia is a potential country that could provide 40 percent of the world`s electricity needs, 27.6 Gigawatts, Dr. Surya Darma, President of the Indonesian Geothermal Association said here. However, only 1,025 GW geothermal power plants are built in Indonesia with installed capacities of 9500 MW in the 2004 - 2025 period, he said.. He said Indonesia has developed 18 geothermal sites, 15 are operated by Pertamina, one by a private company, another one by a cooperative organization, and still another one by state power company PT PLN, to generate more than 2000 MW in the next four years.

source: Antara

President Yudhoyono opens Trade Expo Indonesia 2008







President Susilo Bambang Yudhoyono opened the 23rd Trade Expo Indonesia 2008 at the Jakarta International Expo ground in Kemayoran, Central Jakarta, on Tuesday. Themed "What Happens to a World without Indonesia" the Trade Expo Indonesia 2008 from October 21-25 is participated in by at least 850 small- and medium-scale (UKM) businessmen, state enterprises (BUMNs), cooperatives, and 12 provincial administrations.

In his opening address, President Yudhoyono called on his countrymen to love domestic products in accordance with the government`s policy to strengthen the domestic market and to save foreign exchange by reducing imports.

On the occasion the head of state was accompanied by First Lady Ani Yudhoyono, Trade Minister Mari Elka Pangestu, Finance Minister Sri Mulyani, Transportation Minister Jusman Syafeii Djamal, Industry Minister Fahmi Idris, State Minister for Environment Affairs Rachmat Witoelar, and Maritime Affairs and Fisheries Minister Freddy Numberi.

Before opening the expo, President Yudhoyono presented Primadiyarta awards to 27 exporters.
The award has been periodically presented by the government to outstanding exporters since 1992 but it was stopped during the monetary crisis in 1998-200, and then was reactivated in 2001. The presentation of the awards was intended to motivate the exporters to increase non-oil and non-gas exports, and to step up the number of non-oil and non-gas exporters.

Trade Expo 2008 is expected to generate trade transactions worth up to US$220 million or up by US$20 million from US$200 million booked during the same event last year. At least 2,300 foreign buyers from 108 countries have expressed readiness to visit Indonesia`s greatest trade promotion this year. Indonesia`s ten main products being introduced in this year`s expo are furniture, electronics, footwear, shrimp, coffee, cacao, rubber and rubber products, automotive components, palm oil, and textiles/textile products. More than 800 participants from various provinces across the country are also exhibiting their top quality products which are expected to attract foreign buyers.

source: Antara

Tuesday, October 21, 2008

PT Dirgantara Indonesia bidik pendapatan Rp 1 triliun

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menargetkan pendapatan tahun 2008 Rp 1 triliun. Perusahaan optimistis mencapai target itu karena banyak kontrak yang didapat.

"Kami optimistis target pendapatan tahun ini sebesar Rp 1 triliun dapat tercapai mengingat kontrak pembuatan komponen pesawat cukup banyak dan masih meningkat," kata Direktur Utama PTDI Budi Santoso, di kantor BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (21/10/2008).

Menurutnya, mulai tahun ini kontribusi pendapatan perseroan yang berasal dari pembuatan komponen dan jasa akan ditingkatkan menjadi sekitar 60 persen. Sebelumnya kontribusinya hanya 30-40 persen. "Kontribusi pembuatan aircraft akan diturunkan menjadi sekitar 40 persen," jelasnya.

Namun ia mengaku bukan berarti PTDI tidak fokus pada pembuatan pesawat, akan tetapi memang order penyediaan komponen tahun ini justru sedang banyak dari perusahaan produsen pesawat internasional.

Sayangnya, ia enggan menyebutkan besaran nilai kontrak pembuatan komponen pesawat yang diraih perusahaan hingga saat ini.

Ia hanya menjelaskan, pada 20 Oktober 2008 kemarin, perseroan meraih kontrak penyediaan komponen helikopter Super Puma MK II senilai 42 juta dolar AS dari Eurocopter.

Selain itu, perseroan juga telah memperoleh kontrak penyediaan sayap depan (leading edge) pesawat Airbus A380 dan A320 yang masa kontraknya mulai 2002 hingga 2012.

Sedangkan untuk jasa pembuatan pesawat, perseroan sudah melakukan pembicaraan dengan Korea guna membangun empat pesawat patroli.

"Pihak Korea sudah menyiapkan dana sekitar US$ 30 juta per pesawat. Nilai kontraknya tidak bisa disebutkan karena spesifikasinya berbeda-beda," imbuhnya.

source: detik.com

Kadin desak produk import konsumtif dikenakan disinsentif

Kamar dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan disinsentif terhadap produk-produk impor.

"Perlu
segera ada disinsentif untuk barang impor yang konsumtif. Kalau impor barang baku dan barang modal nggak masalah, artinya ada industri yang tumbuh," kata Ketua Kadin, MS Hidayat disela-sela acara rakornas Kadin di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (21/10//2008).

Penerapan
disinsentif terhadap produk konsumtif ini menurut Hidayat, bisa dalam bentuk kenaikan bea masuk (BM), yang semuanya mengarah pada proteksi baik tarif maupun non tarif. Produk-produk impor konsumtif antara lain produk tekstil garmen, makanan dan minuman, elektronik dan lain-lain.


"Saya
mengusulkan agar pemerintah concern terhadap industrialisasi baru, sehingga jangan ada tekanan dana devisa karena impor yang tidak penting," ucapnya. Dikatakanya dengan konsen industrilisasi baru, maka pemerintah sudah siap ketika Indonesia bergerak menjadi negara yang punya kekuatan industri. Sehingga impor bahan baku maupun barang modal juga bisa ditekan.

Hidayat juga meminta agar
pemerintah tetap membatasi ekspor sawit mentah crude palm oil (CPO). dikurangi volumenya agar kebutuhan pengolahan produksi di dalam negeri bisa diutamakan.

source: detik.com

Gaji Guru Naik 100 Persen

Berbahagialah bagi pahlawan tanpa tanda jasa alias guru dan dosen, nasib mereka berangsur-angsur bersinar lagi. Panitia Kerja (Panja) Belanja Pusat, Panitia Anggaran DPR telah menyetujui kenaikan gaji guru pada 2009 hingga 100 persen.Bila pendapatan mereka pada tahun ini maksimal 2,4 juta (gol IV/E bersertifikat), maka 2009 bakal mendapatkan gaji sebesar Rp 5,4 juta. Belum lagi tunjangan khusus bagi guru yang berada di daerah terpencil (gurdacil) yang diperkirakan sebesar Rp 5,1 juta. Jadi, perbulannya mereka bakal mendapat gaji di atas Rp 10 juta, kalau tunjangan gurdacilnya juga disetujui."Untuk besaran gaji sudah final.

Sedangkan tunjangan khusus gurdacil hingga kini besarannya masih diperdepatkan, tetapi usulannya tetap akan dinaikkan yaitu bagi guru di daerah-daerah pedalaman seperti Papua, Maluku dan Kalimantan," kata anggota Panja asal PDI Perjuangan, Rudianto Tjen kepada PersdaNetwork di Jakarta, Senin (20/10).Lebih jauh, jelas anggota DPR asal Bangka Belitung ini, untuk gurdacil, bila pada 2008 ini kuotanya hanya untuk 20.000 orang gaji, pada 2009 mendatang akan ditambah 10.000 lagi hingga menjadi 30.000 orang guru.Kenaikan gaji guru ini telah disepakati oleh seluruh anggota Panja Belanja Pusat dan Departemen Pendidikan Nasional. Disebutkan, gaji terendah yaitu untuk guru pegawai negari sipil (PNS) dengan golongan II/B tidak bersertifikat (0 tahun) yang tadinya mendapat gaji sebesar Rp 1,55 juta, akan memperoleh gaji bulanan Rp 2,07 juta. Sedangkan gaji untuk guru PNS tertinggi dengan golongan IV/E bersertifikat (0 tahun) yang saat ini digaji Rp 2,43 juta bakal melonjak menjadi Rp 5,42 juta.

Perubahan pendapatan juga bakal dialami oleh guru tetap non PNS. Bila pengajar PNS mendapatkan kenaikan gaji, maka tunjangan fungsional guru tetap non PNS akan naik, untuk yang non S1 naik dari Rp 200 ribu menjadi Rp 250.000, sedangkan yang S1 naik dari Rp 200 ribu menjadi Rp 300.000.Untuk dosen PNS golongan III/B belum bersertifikat (0 tahun) yang tahun ini gajinya Rp 1,8 juta akan naik menjadi Rp 2,26 juta per bulan. Sedangkan untuk tingkat guru besar, gajinya bakal melonjak besar dari Rp 5,12 juta menjadi Rp 13,53 juta per bulan. "Gaji tersebut sudah termasuk seluruh pendapatan per bulan (take home pay/THP)," ujar Rudianto.

Menurutnya, untuk gaji 2009 ini, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar kurang lebih Rp 50 triliun. Anggaran tersebut akan dimasukkan dalam Undang-Undang APBN 2009 yang rencananya disahkan dalam rapat paripurna DPR tanggal 28 Oktober mendatang.Selain itu, Sekretaris Fraksi PAN ini juga menandaskan, pemerintah harus terus meningkatkan jumlah guru yang bersertifikat. Guru nantinya akan disertifikasi agar memenuhi standar
mutu pendidikan nasional.

Saat ini, dari 2,7 orang guru yang ada di Indonesia, baru hanya 300.000 saja yang tersentifikasi. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, jelasnya, tahun 2009 ditargetkan jumlah guru yang tersertifikasi berjumlah 1 juta orang guru. "Lambat laut seluruh guru akan tersertifikasi," kata Yasin.

source: Kompas.com

Thursday, July 31, 2008

Wapres: Cibir pengguna merek asing

Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengajak usaha kecil dan menengah (UKM) untuk bersama-sama menciptakan dan memperkuat merek-merek Indonesia sendiri daripada memperbesar merek-merek asing. Bahkan, Wapres juga mengajak UKM untuk suatu saat mencibirkan mereka yang masih menggunakan merek-merek asing di Indonesia.

Hal itu disampaikan Wapres Kalla, Kamis (31/7) pagi, di acara pembukaan pameran SME'sCO Keenam atau kerajinan UKM di Jakata Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta. Pembukaan acara itu dihadiri oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, serta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. "Mari kita membuat branding Indonesia. Kalau dulu kita memakai merek-merek asing, marilah kita mulai menggunakan merek-merek buatan sendiri. Karena dengan begitu, ada kebanggaan bagi kita dan UKM kita," tandas Wapres Kalla.

Menurut Wapres Kalla, "Suatu saat jika masyarakat Indonesia sudah membiasakan dan mencintai merek-mereknya sendiri, masyarakat Indonesia bisa mencibir merek yang masih menggunakan merek-merek asing." China, ujar Wapres, bisa menjadi negara maju karena mencintai produknya sendiri dan yang lebih penting lagi, masyarakatnya mengembangkan dan memajukan produknya sendiri. "Seperti negara-negara maju lainnya, mereka maju karena membesarkan produk-produknya sendiri di dalam negeri dan baru dikembangkan ke luar negeri," tuturnya.

Wapres mengatakan, sebagai bukti pemerintah mengembangkan dan memajukan UKM melalui upaya pemerintah menggelar berbagai acara yang terkait dengan pengembangan UKM. "Kalau Senin lalu Presiden Yudhoyono di Bali membuka Konferensi Regional Kredit Mikro Asia dan Pasific, hari ini saya membuka festival SME'sCO," papar Wapres Kalla, yang meminta Suryadharma Ali segera mengganti istilah bahasa asing untuk UKM tersebut. "Lucu, kalau mau mengembangkan UKM, akan tetapi dengan bahasa asing," tandas Wapres.

source: kompas.com | July 2008

Tuesday, July 29, 2008

Indonesia prakarsai World Ocean Conference 2009

Indonesia akan memprakarsai World Ocean Conference (WOC) 2009 yang digelar pada 11-15 Mei 2009 di Manado, Sulawesi Utara, dan mendeklarasikan Manado Ocean Declaration (MOD). Saat jumpa pers dengan media di Hotel Borobudur siang ini, Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Indroyono Susilo mengatakan, even ini merupakan pertama kalinya Indonesia memiliki inisiatif untuk mengadakan konferensi internasional.

"Tema konferensi internasional ini 'Ocean and Climate Change' yang ingin mengangkat keberadaan laut dalam peran dan fungi strategisnya terhadap perubahan iklim global," ujar Indroyono.

Acara tersebut akan dihadiri sekitar 1.000 peserta dari 111 negara yang memiliki laut, terdiri dari negara maju dan negara berkembang. Selain itu dikatakan Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Departemen Kelautan dan Perikanan Gellwyn Jusuf, tujuan diadakan seminar ini untuk menggalang komitmen masyarakat dunia dalam memelihara fungsi laut sebagai upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Saat WOC 2009 berlangsung, dituturkan Gelwyn, akan dilakukan beberapa kegiatan, seperti Coral Triangle Initiative (CTI). Pertemuan ini dihadiri Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Niugini, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste. "Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar sudah seharusnya memprakarsai konferensi tentang laut. Negara-negara lain itu menunggu kita bereaksi dan pasti mereka mendukung," tuturnya.

Konferensi ini akan membahas peran laut dalam perubahan iklim global, keanekaragaman hayati laut dunia, industri dan jasa maritim, mitigasi bencana alam di laut, dan pengelolaan laut dan pesisir terpadu berdasar ekosistem. "Kami mengajak berbagai pihak untuk bekerja sama, selain pelaksana Deplu RI, Departemen Kelautan dan Perikanan, LSM juga kami libatkan," tutur Gellwyn.

source: kompas.com | July 2008

Monday, July 28, 2008

Jejak Sjahrir, Sang Aktivis dan Penulis

Selama ini Dr Sjahrir dikenal sebagai ekonom. Sampai akhir hayatnya, ia masih duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang ekonomi 2005-2009. Namun, di balik kepiawaiannya dalam bidang ekonomi dan belakangan juga terjuan sebagai politisi, Sjahrir adalah seorang penulis yang produktif.

Kesukaannya menulis membawa Sjahrir menelurkan banyak literatur hingga akhir hayatnya. Tercatat, buku yang ditulisnya hampir 50 buah, belum artikel-artikelnya. Ia juga sempat menjadi pemimpin redaksi Majalah Ekonomi Jurnal tahun 1999.

Ekonomi politik dan ekonomi pasar modal menjadi bidang yang paling dikuasainya, meski sesekali juga berbicara soal sektor riil. Kecintaannya pada dunia ekonomi dan politik jualah yang akhirnya mengantarkan Sjahrir mendirikan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB) pada tahun 2002 yang kini menjadi Partai Perjuangan Indonesia Baru.

Pria tambun ini lahir di Kudus pada tanggal 24 Februari 1945 dari keluarga Minang. Sjahrir adalah anak satu-satunya pasangan Ma'amoen Al Rasyid dan Roesma Malik. Ayah almarhum adalah pejabat pemerintahan di masa pemerintahan koloni Belanda, sementara ibunya adalah pegawai Inspektorat Pendidikan Wanita di Departemen Pendidikan.

Meskipun berasal dari Sumatera Barat, keluarga Sjahrir lebih sering tinggal di Pulau Jawa seperti di daerah Kudus, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, dan Jakarta. Sejak SD, Sjahrir yang akrab dipanggil dengan nama kecilnya Ciil, sudah berada di Jakarta mengikuti ayahnya yang malang melintang di dunia pemerintahan.

Sjahrir kemudian menamatkan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) pada tahun 1973. Dia kemudian melanjutkan studinya pada tahun 1980 di Harvard hingga mengambil gelar doktor dalam bidang ekonomi politik dan pemerintahan di universitas yang sama pada tahun 1983. Sjahrir pernah menjadi konsultan bisnis di berbagai grup perusahaan dan bank, salah satunya pernah menjadi konsultan bisnis Bakrie Grup dan juga Bank BNI.

Aktivis

Tak banyak yang menyangka bahwa pria ini adalah seorang aktivis dalam masa mudanya. Jiwa aktivis masih terlihat dalam sosok Sjahrir hingga akhir hayatnya. Aktivis yang gemar menuangkan pemikiran-pemikirannya dalam tulisan.

Karena pemikiran-pemikirannya yang tajam, Sjahrir sempat dipenjara lebih dari tiga bulan akibat peristiwa Malari 15 Januari 1974. Akibatnya, beasiswa dari Ford Foundation untuk melanjutkan kuliahnya di AS sempat tertunda. Semangat aktivis pula yang mendorongnya mendirikan Partai PIB pada tanggal 23 September 2002.

Melalui PIB, Sjahrir berkehendak keras untuk menghentikan segera kemerosotan ekonomi dan politik bangsa ini dengan menetapkan langkah melalui politik yang bersih. PIB memfokuskan diri pada upaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga politik.

Sjahrir berkarya melalui PIB bersama dengan istrinya Nurmala Kartini Panjaitan, seorang doktor bidang antropologi. Dari pernikahannya dengan Kartini, Sjahrir memperoleh dua orang putra Pandu Patria dan seorang putri Gita Rusmida.

Berdasarkan keterangan terakhir dari rekan Sjahrir, Topan, Sjahrir diketahui begitu rajin memeriksakan kesehatannya dalam usia menginjak kepala enam. Namun, kanker paru-paru yang menjadi penyebab utama kematiannya justru baru diketahui tiga minggu terakhir sebelum kematiannya. Selamat jalan Ciil, semoga semangat dan optimismemu terhadap kemajuan dan perekonomian Indonesia terus berkobar!

source: kompas.com | July 2008